Budaya Dayak Borneo

View this post on Instagram

Saat masuk kampung, kami sudah disambut kepala adat. Ritual Nyobeng pun disiapkan! Nyobeng sendiri berasal dari kata Nibakng yang merupakan ritual adat ucapan syukur atas panen berlimpah dan juga ritual memandikan kepala hasil “ngayau” dulu. Ngayau merupakan tradisi perang dan mengambil kepala musuh untuk di bawa pulang ke desa sebagai bukti kemenangan.  Sesampai di kampung biasanya akan diadakan ritual penyambutan, setelah itu kepala akan disimpan di atas bambu yang ada disebelah balug, kemudian para pejuang akan memanjat bambu dengan posisi terbalik untuk menunjukkan kekuatan mereka. Setelah itu, kepala akan di simpan di kotak kayu. Kotak kayu akan disimpan diatas bumbung balug. Kepala ini di yakini akan menjadi penjaga  kampung serta harus dimandikan dan di beri sesaji sebagai bentuk penghormatan setiap tahunnya. Nyobeng berlangsung selama tiga hari. Lokasi pelaksanaan ritual adat ini dilakukan di rumah  adat bernama Balug. Umumnya rumah adat Dayak berbentuk betang panjang yang satu ini berbentuk limas dan membumbung keatas setinggi 20 meter. Didalamnya terdapat semacam bedug sepanjang 9 meter yang digunakan sebagai alat bunyi ritual dan ada 3 tingkat tersusun dalam Balug. Tidak semua orang bisa menjejakkan kaki ke tiap tingkatan. Di bagian paling atas terdapat para-para untuk menyimpan kotak berisi tengkorak kepala manusia. Agenda wisata yang sayang untuk dilewatkan setiap tahun www.tukangjalanjajan.com

A post shared by dony prayudi (@dodon_jerry) on

View this post on Instagram

Bujak'ng Dara BANYU . . . . . #dayakkalimantan #dayakgagas #dayakborneo

A post shared by B.A.N.Y.U (@bujangkdarabarasbanyu) on

View this post on Instagram

Saat masuk kampung, kami sudah disambut kepala adat. Ritual Nyobeng pun disiapkan! Nyobeng sendiri berasal dari kata Nibakng yang merupakan ritual adat ucapan syukur atas panen berlimpah dan juga ritual memandikan kepala hasil “ngayau” dulu. Ngayau merupakan tradisi perang dan mengambil kepala musuh untuk di bawa pulang ke desa sebagai bukti kemenangan.  Sesampai di kampung biasanya akan diadakan ritual penyambutan, setelah itu kepala akan disimpan di atas bambu yang ada disebelah balug, kemudian para pejuang akan memanjat bambu dengan posisi terbalik untuk menunjukkan kekuatan mereka. Setelah itu, kepala akan di simpan di kotak kayu. Kotak kayu akan disimpan diatas bumbung balug. Kepala ini di yakini akan menjadi penjaga  kampung serta harus dimandikan dan di beri sesaji sebagai bentuk penghormatan setiap tahunnya. Nyobeng berlangsung selama tiga hari. Lokasi pelaksanaan ritual adat ini dilakukan di rumah  adat bernama Balug. Umumnya rumah adat Dayak berbentuk betang panjang yang satu ini berbentuk limas dan membumbung keatas setinggi 20 meter. Didalamnya terdapat semacam bedug sepanjang 9 meter yang digunakan sebagai alat bunyi ritual dan ada 3 tingkat tersusun dalam Balug. Tidak semua orang bisa menjejakkan kaki ke tiap tingkatan. Di bagian paling atas terdapat para-para untuk menyimpan kotak berisi tengkorak kepala manusia. Agenda wisata yang sayang untuk dilewatkan setiap tahun www.tukangjalanjajan.com

A post shared by dony prayudi (@dodon_jerry) on

Facebook Comments